Sahabat, disaat kini sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan, kadang saya bertanya mengapa ibadahI’tikaf Ramadhan pada sepuluh hari terakhir kurang begitu populer di tengah-tengah masyarakat tanah air tercinta?
Tentu kita tahu sahabat, bahwasanya Al Qur’an menyebutnya beberapa kali,meskipun tidak dalam bentuk kutiba (yang diwajibkan seperti dalam perintah puasa). Atau fi’il amr (kata kerja perintah, seperti dalam shalat dan haji). Saat Nabi Ibrahim berhasil menunaikan beberapa perintah Alloh termasuk diantaranya membangun Baitullah bersama putranya Nabi ismail, Alloh lalu memerintahkan kepada keduanya agar tetap mensucikan Rumah Alloh tersebut agar terlaksananya tiga kegiatan ibadah yakni Tawaf, I’tikaf dan Shalat.
Sahabat Online yang saya cintai, kali ini saya mencoba menguraikan sesuatu yang sering sulit untuk dimengerti dan sering disalah tafsirkan sesuai yang dimaksud PenguasaNya yakni tentang Qadha dan Qadar sebagaimana Al Qur’an dan As Sunnah.
Sahabat, apabila kita mengamati seluruh perbuatan manusia, akan kita jumpai bahwa ternyata manusia itu hidup di dalam dua area. Pertama adalah “area yang dikuasainya”, area ini berada di bawah kekuasaan manusia dan semua perbuatan/kejadian yang muncul berada dalam lingkup pilihannya sendiri. Ia sepenuhnya bertanggung jawab atas pilihan dan perbuatan yang dilakukannya. Misal, apakah ia akan memilih Peraturan Allah atau peraturan lainnya, walaupun perbuatan/kejadian itu terjadi atas kehendak Allah. Manusia pada akhirnya dimintai pertanggung jawabannya. Insya’Allah akan dibahas secara detail pada sesi berikutnya.
Continue reading »
“Assalamu’alaikum Umi… Alhamdulillah Naufal lolos testing pertama untuk liburan gratis atau study wisata selama seminggu lebih di Australia. Doa Umi dan Abi ya… Bisa jadi karena Naufal telah mempraktekkan nasihat Umi, menghafal 2 istilah baru setiap hari masing-masing selama 2 minggu untuk bahasa Arab dan 2 minggu untuk bahasa Inggris….” “Alhamdulillah, umi dan abi di Pasuruan senantiasa mendoakanmu le.., semoga senantiasa dalam perlindungan dan inayah Allah SWT…Amien.
Continue reading »
Sahabat online, Surat Cinta ke-5 kepada ananda Muhammad Naufal, Pemikiran Cemerlang : Jalan Menuju Iman, menancapkan keimanan bahwa hanyalah Allah Pencipta alam semesta beserta isinya, manusia dan kehidupan. Kemudian Allah SWT pulalah yang mengaturnya. Allah SWT bersifat Azali (tidak berawal dan tidak berakhir) dan Wajibul Wujud (Wajib Adanya). Perasaan tidak boleh dijadikan sandaran dalam beriman
Bisa Juga Diakses Dengan Kata Kunci:
Dear Sahabat, kali ini perkenankanlah saya menulis surat untuk ananda Muhammad Naufal, surat cinta ke-3, berkenaan dengan ucapan ananda via telpon, “Umi, saya masih belum bisa bangun malam untuk Qiyamul Lail. Maaf Umi…”.
“Yang pasti Allah membangga-banggakan hambaNya yang shalat malam kepada para malaikat, sembari tersenyum. Pintu-pintu langit dibuka lebar-lebar bagi hambaNya yang bermunajat di tengah keheningan malam.” (Cuplikan dari buku “Menggugah Semanggat Qiyamul Lail, karya Muhammad bin Shalih Ash-Syai’ari)
Bisa Juga Diakses Dengan Kata Kunci:
- doa berwudzu (1)


Recent Comments