Menegakkan Qiyamul Lail di 1/3 Akhir MalamDear Sahabat, kali ini perkenankanlah saya menulis surat untuk ananda Muhammad Naufal, surat cinta ke-3, berkenaan dengan ucapan ananda via telpon, “Umi, saya masih belum bisa bangun malam untuk Qiyamul Lail. Maaf Umi…”.

“Yang pasti Allah membangga-banggakan hambaNya yang shalat malam kepada para malaikat, sembari tersenyum. Pintu-pintu langit dibuka lebar-lebar bagi hambaNya yang bermunajat di tengah keheningan malam.” (Cuplikan dari buku “Menggugah Semanggat Qiyamul Lail, karya Muhammad bin Shalih Ash-Syai’ari)

Sesungguhnya ada 4 poin penting berkenaan dengan Qiyamul Lail  :

Pertama, Niat Ikhlas kepada Allah SWT. “Wahai jiwa, ikhlaslah niscaya kamu selamat.” Itulah syiar yang selalu dinasihatkan para ulama salaf kepada dirinya sendiri.

“Padahal mereka  tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dan menjalankan dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al Bayyinah : 5)

Ikhlas, beribadah ditujukan kepada Allah SWT, bukan untuk yang lain, bukan supaya disayang umi, bukan supaya disayang ustadz, dsbnya.

Kedua, Motivasi diri dan mengapa harus menegakkan Qiyamul Lail, padahal hukumnya sunnah muakkad?

(1) Rasakan Bahwasanya Allah Mengundangmu untuk Qiyamul Lail, ” Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS Ia Isra’ ayat 79)

(2) Rasulullah saw senantiasa menyeru kepada umatnya untuk menegakkan Qiyamul lail.

(3) Rasulullah saw Mengajak kita agar Berlomba-lomba dalam Qiyamul Lail. “Dan untuk yang demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS Al Muthaffifin 26).

(4) Syetan Senantiasa Berusaha Mencegah Anda untuk Qiyamul Lail. “… Bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda, syetan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan tiga ikatan, menyebabkan kamu tidur cukup lama. Apabila seseorang diantara kamu itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka akan terlepaslah ikatan yang pertama. Apabila dia berwudzu maka akan terbukalah ikatan yang kedua. Apabila dia shalat maka terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan bersemangat dan peroleh ketenangan jiwa… ” (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

(4) Rasakanlah bahwasanya Allah Melihat dan Mendengar Shalat Malammu. “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri  (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu (QS Al Muzammil 20).

(5) Qiyamul Lail Meringankan Penderitaan di Hari Kiamat. “Dan pada sebahagian malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (Kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat).” (QS Al Insan 26-27).

(6) Pentingnya Waktu Malam dan Sahur. ” … Rasulullah saw bersabda, “Allah SWT akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman, “Barangsiapa yang berdoa kepadaKu maka Aku akan menerima permintaannya dan barang siapa yang meminta ampun dariKu maka Aku akan mengampuninya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sahabat, sungguh betapa indahnya waktu malam dan betapa besar kedudukannya di sisi Allah. Karena itu adalah kesempatan emas untuk bermunajah memohon ampunan di haribaan Allah, juga memohon apa saja yang ingin dicapai. Curhatlah kepada Allah, mengadu dan mengeluhlah, Dia takkan bosan bahkan senang hambaNya mengadu kepadanya setiap saat, tidak seperti curhat kepada sesama yang kadang mengalami kebosanan dengan keluhan kita.

Ketiga, Syarat dan hal-hal yang mempermudah bangun malam lalu menegakkan Qiyamul Lail antara lain:

(1) Tidur di atas lambung kanan/miring ke kanan, supaya tidak lelap tidur, dan lebih baik bagi hati.

(2) Berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk Qiyamul Lail. “Berdoalah kepadaKu niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (QS Al Mu’min 60).

(3) Berwudzu sebelum tidur. “…Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci kecuali malaikat akan tidur pada selimutnya, yang mana dia tidak meninggalkannya sepanjang malam kecuali berkata, “Ya Allah ampunilah hambaMu karena dia tidur dalam keadaan suci.” (Hadist R.Thabrani)

(4) Segera tidur setelah shalat Isya. Nah yang ini bisa disesuaikan dengan jadwal kegiatan di Pondok , yang insya’Allah paling malam tidur pukul 10 malam. Apabila dapat jadwal jaga malam, Qiyamul Lail bisa ditegakkan menjelang shalat shubuh sekitar pukul tiga pagi.

(5) Tidur dengan niat akan bangun malam. “…Tidaklah seseorang yang berniat akan shalat malam, lalu ketiduran, kecuali Allah akan mencatat pahala shalatnya, sedangkan tidurnya adalah shadaqah baginya.” (Hadist R. Malik, Abu Daud dan Nasai)

(6) Berdzikir sebelum tidur. “… bahwasanya Rasulullah saw jika akan pergi ke tidurnya setiap malam, menyatukan kedua telapak tangannya (seperti posisi tangan saat berdoa) lalu meniupkan bacaan padanya, “Qul huwallahu ahad dan Qul a’udzu birabbil falaq serta Qul a’udzu birabbin naas, kemudian mengusapkannnya ke seluruh badannya, yang dimulai dari kepala, wajah lalu ke seluruh tubuh. Dia melakukan hal ini tiga kali.” (Hadist R. Bukhari dan Muslim)

(7) Makan secukupnya dari makanan yang halal dan bergizi. “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nayat bagiku.” (QS Al Baqarah 168). Juga ingat akan Hadist nabi, “…jika bisa sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas.” (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

(8) Tidak banyak tidur. “… Rasulullah saw pernah bersabda … “Wahai anakku janganlah kamu memperbanyak tidur di waktu malam, karena akan menjadikan dia fakir pada hari Kiamat.” (Hadist R. Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

(9) Memerangi hawa nafsu pribadi yang menghalangi Qiyamul Lail. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (QS As Sajadah : 16-17).

(10) Saling Mengingatkan Agar Bangun Malam. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar merugi, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati untuk mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati untuk menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr).

(11) Istiqamah Dalam Menegakkan Qiyamul Lail. Diantara unsur penting dalam proses pendidikan iman, artinya iman senantiasa memimpin hidup seseorang adalah beribadah dengan istiqamah. Dalam bahasa jawanya ‘ajeg’ atau kita biasa menyebut dengan konsisten. “… Aisyah Ra berkata, “Janganlah kamu meninggalkan Qiyamullail karena Rasulullah saw tidak pernah meninggalkannya…” (HR Abu Dawud dan ibnu Huzaimah)

(12) Mengawali Shalat Malam Dengan 2 Rakaat yang Ringan. “… Jika salah seorang diantara kalian shalat malam, maka hendaklah dia membuka shalatnya dengan dua rakaat yang ringan (HR Muslim dan Ahmad)

(13) Tidur Sebentar Disiang hari. “…Tidur sianglah, sesungguhnya syetan tidak tidur siang (HR Abu Naim)

Keempat, Manfaat Menegakkan Qiyamul Lail.

(1) Allah Membanggakan Orang Yang Bangun malam. “…  Maka Allah berfirman, “Wahai malaikatKu, lihatlah hambaKu, yang meninggalkan istri dan kasur yang dicintainya untuk mengerjakan shalat dan lebih mencintai apa yang ada pada sisiKu dan merindukan apa yang ada padaKu … “(HR Ahmad, abu Dawud, dan Ibnu Hibban)

(2) Qiyamul Lail Dapat Melapangkan Dada dan Membahagiakan Hati. Legalah dada, tenanglah jiwa, serasa plong setelah mengeluarkan segala ‘uneg-uneg’ yang mengganjal di hati. “Ya Allah Yang Maha Pengasih, tlah kulakukan segala ikhtiar, tlah kuterapkan semua cara untuk memperoleh pemecahan masalah yang kami hadapi ini yang sangat memberatkan dan membelenggu hidupku. Karena itu Ya Allah kini kupasrahkan masalah dan kukembalikan persoalan hidup ini kepadaMu pula.  Engkaulah Yang maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hambaMu, dan janganlah Engkau biarkan kami berfikir menurut hawa nafsuku semata. Wahai Allah Zat Yang Maha Pengasih, Engkaulah Sahabat Sejati, di haribaanMu  kuluapkan segala sesak di dada… Ya Allah anugerahkan kepadaku jiwa yang tenang, senantiasa bersyukur atas segala anugerahMu, senantiasa ridlo atas segala keputusanMu, yakin dan percaya akan perjumpaan denganMu.”

(3) Qiyamul lail Dapat menyelamatkan Kita Dari Siksa Api Neraka.

(4) Qiyamul Lail adalah Kemuliaan haqiqi Bagi Seorang Mukmin.

(5) Mendidik Diri Denga Cita-Cita Yang Mulia dan Terikat Dengan Dzat yang Maha Tinggi.

(6) Qiyamul Lail adalah Sarana Untuk Mendapatkan Pahala dengan Cara Yang Lurus.

(7) Qiyamul Lail Menjadi Sebab Kesuksesan Mendapat Cinta Allah

(8) Qiyamul Lail Menjadikan Wajah Cemerlang dan Bersinar.

(9) Qiyamul Lail Dapat Meringankan Beban dan Kesulitan Hidup. “Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS Al Baqarah : 45)

(10) Qiyamul lail Memberikan Syafaat Kepada Pelakunya Pada hari Kiamat (HR Ahmad dan Thabrani)

(11) Ucapannya Lebih Berpengaruh dan Apabila Dikerjakan Dengan Penuh Keikhlasan.

(12) Qiyamul Lail Dapat Mengobati Sakit Badan. Sahabat bisa membuktikannya sendiri.

(13) Malaikat Mendengarkan Mereka Yang Shalat Diwaktu Malam (HR Muttafaq Alaih)

(15) Qiyamul Lail Dapat Membersihkan hati dan Penyakit Jiwa.  Dengan kata lain, apabila kita menegakkan Qiyamul Lail semata-mata karena Allah, perasaan stress yang menekandi  dada akan sirna, tergantikan dengan jiwa yang tenang dan tentram. “Cukuplah keutamaanMu Ya Allah dan aku tidak membutuhkan selainMu”

Demikian sahabat surat buat ananda Muhammad Naufal yang telah dibacanya, dan sekarang Alhamdulillah dia kini telah mampu bangun sekitar pukul 2 – 3 dini hari, mandi pagi kemudian menegakkan Qiyamul Lail dilanjutkan membaca Al Qur’an sampai masuk waktu Shubuh.

Sahabat, dengan menegakkan Qiyamul Lail, insya’Allah iman kita telah memimpin hidup kita, semoga menjadikan hidup ini menjadi lebih baik dimasa kini maupun mendatang.

Bisa Juga Diakses Dengan Kata Kunci:

Share

No Related Posts.

7 Responses to “Saatnya Qiyamul Lail Ditegakkan Secara Istiqamah”

  1. BuNinil says:

    Saatnya istiqomah beribadah untuk peroleh cintaNya, saatnya pula bisnis online
    http://ambil.info/formulabisnisonline

  2. prof says:

    Kata-kata Bijak : “Barangsiapa tidak menyibukkan diri kepada kebaikan, niscaya dia akan disibukkan dalam keburukan.”
    http://ambil.info/wordpresskomplit

  3. prof says:

    “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (QS Al Isra’ <17> : 7)

  4. prof says:

    Bahwa menegakkan Qiyamul Lail secara istiqomah dan ikhlas akan mampu meningkatkan perubahan respon ketahanan tubuh. Dengan dasar temuan itu konsep ikhlas yang sedemikian sentral dalam kesadaran religius — tetapi amat sulit menemukan parameternya, memperoleh penjelasan yang gamblang dan cukup serta lebih empirik
    (Dr. Muhammad Shaleh Kesimpulan saya: Ikhlas adalah kata kunci (tag) anti stres. Tidak percaya, lakukan, kemudian perhatikan apa yang akan terjadi (maaf pinjam istilah Mario Teguh)

  5. [...] nggak mikir macam-macam umi, nggak mikir mau ngeband, pokoknya uda nggak mikir yang enggak-enggak .Shalat Qiyamul Lail nya uda dilaksanakan lagi insya’Allah dengan khusyuk dan ikhlas. [...]

  6. Your website is also quite interesting, really calming effect just reading it. Will spend far more time with specific areas. Well done and good luck along with your work.

  7. I like the style your write the post and give you a small advice you can contain something in human, that will help your post more colorful, but thanks for post

Leave a Reply



UA-25850370-1

Fontsforweb.com - free web fonts download. See this Wordpress fonts plugin