Assalamu’alaikum Wr.Wb, seperti janji umi kemarin untuk mengirim Surat cinta kepada ananda Muhammad Naufal ke-15 mengenai perlunya kesadaran rasional menuju proses berpikir benar, yang tentunya muncul dari akal.
Ananda Naufal yang umi rindu, untuk diketahui bahwasanya kesadaran manusia ada dua yakni kesadaran rasional (rational comprehension) dan kesadaran emosional (emotional comprehension). Kesadaran emosional muncul dari perasaan, maka ia adalah kesadaran yang muncul dari naluri-naluri dan kebutuhan fisik. Kesadaran emosional selain ada pada manusia juga ada pada hewan, yang tidak dapat mewujudkan pemikiran. Kecuali jika terdapat informasi-informasi terdahulu disertai dengan proses penginderaan fakta melalui pancaindera ke dalam otak manusia. Dengan menjelaskan kesadaran emosional, semoga terurailah perlunya kesadaran rasional.
Ananda yang cendekia, sesuatu yang sering tidak jelas ada pada kebanyakan diantara kita adalah bahwa informasi-informasi terdahulu itu dianggap bisa dihasilkan melalui proses eksperimen sebagai simpelnya beberapa ekor hewan. Menurutnya, eksperimen-eksperimen itu bisa menghasilkan informasi. Padahal otak hewan hanyalah memiliki kemampuan mengingat kembali penginderaan, dan tidak memiliki kemampuan mengaitkan antar informasi terdahulu pada otaknya dengan fakta di depannya. Sebagai contoh, sebagian hewan yang telah dilatih mampu melakukan gerakan-gerakan dan aktivitas-aktivitas tertentu yang tidak berkaitan dengan nalurinya. maka sebenarnya hewan itu melakukannya semata didasarkan pada proses mencontoh dan meniru, tidak didasarkan pada pemikiran atau kesadaran. Dari sini maka menjadi tertolaklah bahwa untuk mempelajari tentang manusia dan kemanusiaannya (social science) melalui eksperimen atau percobaan-percobaan dengan simpel beberapa hewan.
Kesimpulan :
- 1. Hewan hanya memiliki kesadaran emosional (kesadaran yang muncul dari naluri dan kebutuhan fisik) dan kemampuan mengingat kembali penginderaan terutama aktivitas yang diulang-ulang. Sehingga hewan tidak memiliki kemampuan pemikiran.
- 2. Manusia memiliki kesadaran emosional dan kesadaran rasional. Manusia juga memiliki kemampuan mengingat kembali penginderaan dan mampu mengaitkan informasi-informasi terdahulu dengan fakta. Karena itu manusia mampu menganalisa fakta sekarang berdasarkan informasi-informasi terdahulu yang dimilikinya.
- 3. Kesadaran Rasional adalah pemindahan penginderaan terhadap fakta melalui pancaindera ke dalam otak yang disertai adanya informasi-informasi terdahulu.
- 4. Percobaan-percobaan dengan simpel beberapa hewan tidak akan menghasilkan informasi-informasi terdahulu yang sahih.
- 5. Perlunya mengembangkan kesadaran rasional yang muncul dari akal, untuk memahami manusia dan sifat kemanusiaannya (social science) akan sikap dan aktivitas manusia itu sendiri, dan tidak perlu melalui percobaan-percobaan dengan simpel beberapa hewan.
- 6. Sebagai seorang beriman, hendaknya mengembangkan sikap kritis konstruktif pada social science terutama mengenai sosiologi manusia akan pemikiran (filsafat), sikap dan aktivitas (psikhologi).
Demikianlah ananda Muhammad Naufal, jadilah pemuda yang memiliki kesadaran rasional terutama pada social science (pemikiran serta pemahaman) yang bisa masuk pada ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat — yang seringkali tidak sesuai dengan keimanan kita. Be a kaffah moslem.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (Web Hidup Mulia. Sumber by Taq.an-Nabani)
Bisa Juga Diakses Dengan Kata Kunci:
Related posts:
[...] Merliana Ayuni, Nisa, Lyna, MyLitleUsagi, Pendar Bintang, Monda, Kakaakin, HujungSenja, Wits, NinilSudarmini, Rina Setyasih, Nohara, Maya, Niefha, [...]