Assalamu’alaikum Para Sahabat yang mengunjungi Web Hidup Mulia
Dalam kesempatan yang baik ini, perkenankanlah saya ber-ta’aruf (memperkenalkan diri) kepada seluruh sahabat online — tak kenal maka tak sayang bukan.
Diawali dengan memperkenalkan nama asli saya Ninil Sudarmini yang dilahirkan oleh ibu Hj. Soemarmi dan seorang ayah bernama Soeratmin (Almarhum) di kota Pasuruan. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Tiga adik saya bernama Nonot Sudarmoko, Nanis Sudarmisih dan Nanang Sudarmiko. Ketiganya telah berkeluarga, masing-masing memiliki 2 anak. Semoga 6 keponakan dari adik-adik saya dan 14 keponakan dari adik-adiknya suami menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Amien.
7 Peristiwa yang turut andil memperkaya khasanah keilmuan saya :
Pertama,saat mengenakan jilbab untuk pertama kali dalam hidup di bulan Agustus 1983. Di tengah-tengah kesibukan saya sebagai karyawati P3GI di Pasuruan, saat itu saya aktif mempelajari Islam secara intensif dengan bimbingan para Ustadz dan Ustadza.Untuk itu izinkanlah saya menyampaikan ta’zim dan ucapan jazakillah kepada beliau yang telah dengan sabar dan istiqomah membimbing saya sehingga saya “berani” mengenakan jilbab. Di tengah ejekan “cewek ninja”, “sok alim”,”mau jadi apa”, “korban revolusi Iran”,”korban pan islamisme”, “islam fundamentalis”, “islam radikal, “islam ekstrim”, dan lain-lain ejekan — saat itu saya tetap pede dengan banyak predikat yang diberikan kepada saya. Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah memberikan petunjuk jalan lurus dengan SyariahNya untuk keselamatan hambanya di dunia dan di akhirat. Dan dalam kesempatan yang sama saat itu banyak juga sahabat yang mensupport saya memberikan dukungan nyata sillah ukhuwah dan doa.
Dan … Alhamdulillah. Kini setelah 26 tahun … situasinya sangat berbeda. Berkerudung sepertinya telah jadi busana resmi bagi kebanyakan Muslimah di kota tercinta. Kedepannya, semoga para Muslimah mengenakan jilbab dengan niat memenuhi seruan Allah SWT sebagaimana di dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab <33> ayat 59.
Kedua, Diangkat menjadi PNS sebagai guru SMPN di salah satu Kabupaten Pasuruan tahun 1984. Akan tetapi SK pengangkatan PNS itu tidak sempat bisa dinikmati gaji beserta rapelan pengangkatan, berhubung saya tidak berhasil untuk negosiasi dengan Kepala Sekolahnya agar saya tetap bisa berjilbab di saat mengajar. Kemudian SK Pengangkatan sebagai PNS tersebut langsung saya kembalikan ke DikDasMen Kabupaten sebagai konsekwensinya. Saya yakin tentu banyak sahabat tidak mengira bahwasanya saat itu tahun 1984 di negeri tercinta ini seorang Muslimah tidak dapat melaksanakan kewajiban agamanya yakni kewajiban mengenakan Jilbab sebagaimana diserukan di dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 59.
Ketiga, (pacaran setelah) menikah, 18 Agustus 1987. Peristiwa sakral dan bertujuan semata untuk beribadah kepada Allah SWT,dengan hambaNya yang bernama Saiful Hadi putra pertama dari Bapak H. Sodiq (Almarhum) dan Ibu Hj. Maimunah.
Keempat, peroleh tugas belajar di Institut Pertanian Bogor (IPB), program so2/diploma 2 Jurusan Perpustakaan dan Informatika Pertanian mulai 1989 selama dua tahun (predikat Mumtaz dan Jayyid Jiddan). Menjadi mahasiswa adalah cita-cita saya, dan itu baru kesampaian disaat saya telah menjadi karyawati di sebuah lembaga Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia di Pasuruan sebagai pustakawan. Tugas belajar diberikan untuk mensupport tugas saya di bagian perpustakaan yang melayani keperluan buku-buku, proceeding seminar para peneliti, laporan research internasional dan lain-lain guna mendukung Referensi para Peneliti P3GI.
Kelima, Menunaikan ibadah Haji dengan suami, 26 Desember 2004 (semoga peroleh predikat haji mabrur, amien). Saat berangkat dengan naik pesawat ketika pesawat tengah berada di atas kota Qalqutta India, malam itu terjadi sedikit goncangan pesawat. Ternyata di tanah air terjadi Gempa Bumi Gelombang Tsunami. Subhanallah – Tidak ada yang terjadi kecuali atas kehendak Allah.
Keenam, aktif di kegiatan sosial dan menjadi pengurus organisasi massa, antara lain pernah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII), sebagai pengurus Wanita Islam (WI), Pengurus Takmir Masjid P3GI, Pengurus Serikat Pekerja (SP) P3GI, Pengurus Forum Muslimah Peduli Generasi (FMPG). Dan sampai saat ini masih aktif sebagai PR Aisyiyah (PRA)
Ketujuh, Mengambil Pensiun Dini dari P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) di Pasuruan, setelah bekerja selama 22 tahun mulai 1980 s.d 2002. Keputusan diambil atas komitmen dengan suami. Saat ini saya tinggal di rumah (saja). Di tengah-tengah kesibukan saya sebagai istri dan ibu rumah tangga, saya menyempatkan diri membangun Blog Web Hidup Mulia— Mewujudkan Peradaban Rahmatan Lil’Alamin. Pun melalui Web Hidup Mulia ini, saya mengharuskan kepada diri saya sendiri melaksanakan kewajiban sebagai seorang ibu — pendidik utama bagi ananda Muhammad Naufal.
Tujuh peristiwa dan pengalaman hidup pada diri tersebut telah semakin mengkristalkan Motto Hidup :
“Hidup untuk beribadah — belajar ilmu-ilmu bermanfaat sepanjang hayat – dalam rangka menggapai hidup mulia dunia akhirat “
Demikian sahabat, semoga ta’aruf ini bermanfaat dalam menjalin komunikasi intensif diantara kita. Amien.
Pasuruan, Senin 31 Juli 2010
Ninil Sudarmini
Recent Comments